Lantunan hadrah menggema mengiringi berkumpulnya masyarakat di Masjid Roudhotus Sifa', Minggu malam (5/7). Selepas salat Isya, suasana masjid dipenuhi semangat kebersamaan dan kepedulian dalam kegiatan Santunan Anak Yatim. Di tengah hangatnya acara tersebut, delapan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Kelompok 2 turut hadir dan mengambil peran dalam menyukseskan setiap rangkaian kegiatan.
Kehadiran delapan mahasiswa merupakan hasil pembagian tugas tim, mengingat pada waktu yang sama Kelompok 2 juga harus mendukung kegiatan masyarakat di lokasi lain. Meskipun tidak hadir secara penuh, semangat untuk mengabdi tidak berkurang. Setiap mahasiswa menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab agar acara dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Salah satu mahasiswa, Nurul Fadilah Harahap, dipercaya sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya kegiatan. Dengan pembawaan yang komunikatif dan percaya diri, ia mengarahkan setiap sesi acara, sementara rekan-rekan lainnya membantu berbagai kebutuhan teknis, mulai dari menyambut tamu, mengatur jalannya kegiatan, hingga memastikan seluruh peserta merasa nyaman selama acara berlangsung.
Rangkaian santunan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim yang hadir. Momen tersebut menjadi wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama sekaligus memperlihatkan kuatnya budaya berbagi yang masih terpelihara di Dusun Barisan. Suasana semakin khidmat ketika memasuki sesi mau'idhotul hasanah. Pesan-pesan yang disampaikan mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperkuat keimanan, memperbanyak rasa syukur, dan menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat Kelompok 2, malam itu bukan sekadar kesempatan untuk membantu jalannya sebuah acara. Lebih dari itu, mereka belajar bahwa kehadiran di tengah masyarakat berarti ikut merasakan kebahagiaan, kepedulian, dan kebersamaan yang tumbuh dalam setiap kegiatan. Interaksi sederhana, kerja sama yang terjalin, serta kepercayaan yang diberikan masyarakat menjadi pengalaman berharga yang memperkaya makna pengabdian selama berada di Desa Arjowilangun.
Melalui kegiatan santunan ini, mahasiswa semakin memahami bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui program besar. Terkadang, mengambil peran kecil dengan sepenuh hati dalam sebuah kegiatan sosial justru mampu menghadirkan dampak yang besar, baik bagi masyarakat maupun bagi mahasiswa yang sedang belajar mengabdi di tengah kehidupan desa.