Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, keberhasilan sebuah usaha tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi dan pelayanan. Melihat peluang tersebut, Universitas Negeri Malang (UM) Belajar Bersama Masyarakat (BBM) Kelompok 2 menghadirkan program Digitalisasi dan Grow Up UMKM sebagai upaya mendampingi pelaku usaha di Desa Arjowilangun agar mampu meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program yang dilaksanakan pada 29 Juni hingga 12 Juli 2026 ini menggandeng dua mitra UMKM di Dusun Barisan, yaitu DnD Corner dan Cwiemie Dumadine Rejeki. Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masing-masing pelaku usaha sehingga solusi yang diberikan dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari.
Pada DnD Corner, mahasiswa memulai pendampingan dengan membantu proses pembuatan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Setelah proses registrasi selesai, QRIS dicetak agar dapat langsung digunakan oleh pelanggan. Tidak hanya itu, mahasiswa juga melakukan redesain daftar menu dengan tampilan yang lebih menarik dan mudah dibaca, kemudian mencetaknya untuk digunakan di tempat usaha. Identitas visual DnD Corner semakin diperkuat melalui pembuatan dan pemasangan banner baru yang mampu meningkatkan daya tarik usaha. Sebagai pelengkap strategi promosi, mahasiswa juga memproduksi video promosi yang menampilkan produk serta suasana usaha untuk dipublikasikan melalui media digital.
Pendampingan serupa juga dilakukan pada Cwiemie Dumadine Rejeki, dengan fokus pada penguatan identitas merek dan pemasaran digital. Mahasiswa membantu merancang logo usaha sebagai identitas visual yang lebih profesional, melakukan redesain serta pencetakan daftar menu, dan memproduksi konten video promosi yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran. Selain itu, mahasiswa juga membuat serta mengelola akun Instagram dan TikTok sebagai langkah awal membangun kehadiran usaha di dunia digital dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Seluruh proses pendampingan dilakukan melalui diskusi bersama pemilik usaha agar setiap hasil yang dibuat benar-benar sesuai dengan karakter dan kebutuhan masing-masing UMKM. Pendekatan tersebut tidak hanya menghasilkan berbagai media promosi baru, tetapi juga meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya branding, pemasaran digital, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Program Digitalisasi dan Grow Up UMKM menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan era digital. Berbagai inovasi sederhana yang dihadirkan, mulai dari pembayaran digital, penguatan identitas visual, hingga pemanfaatan media sosial, diharapkan mampu membantu UMKM Desa Arjowilangun berkembang lebih kompetitif tanpa meninggalkan karakter lokal yang menjadi kekuatan utama usahanya.
Transformasi digital bukanlah tentang mengubah jati diri sebuah usaha, melainkan memperluas kesempatan agar produk lokal semakin dikenal oleh masyarakat. Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama, UMKM Desa Arjowilangun kini memiliki bekal untuk tumbuh, beradaptasi, dan terus berkembang di tengah perubahan zaman.